Langsung ke konten
Alat praktis, mudah digunakan.Gratis

Tes pendengaran online per frekuensi

Kalibrasi di 1 kHz, jawab “dengar” atau “tidak dengar” selagi nada makin pelan di tiap frekuensi, dan lihat grafik kedua telinga. Lalu cari tahu sampai berapa kHz kamu masih dengar. Hanya panduan, bukan tes medis.

Bukan pemeriksaan medis. Hasilnya tergantung headset, volume, dan tempat; soal pendengaran tanyakan ke dokter THT atau audiolog.

1. Kalibrasi dengan headset

Pasang headset di kedua telinga, putar nada 1 kHz, lalu atur volume perangkat dan volume halaman sampai pelan sekali tapi masih jelas.

Suaranya tidak pernah melewati level aman dan hanya turun dari acuan. Esc langsung menghentikannya.

Tes frekuensi maksimum (8 sampai 20 kHz)

Sapuan naik dari 8 sampai 20 kHz dalam 20 detik. Tekan Sudah tidak dengar tepat saat suaranya hilang.

8 kHz

Di atas 16 kHz banyak headset, kartu suara, dan browser itu sendiri sudah memotong: batas yang muncul adalah milik seluruh rangkaian, bukan hanya telingamu.

Cara pakai
Bantuan dan penjelasan
Sekilas

Tes pendengaran online per frekuensi

Tes pendengaran online ini memutar nada murni di tiap telinga, dari 125 Hz sampai 8 kHz (dan, kalau mau, 12 dan 16 kHz), makin lama makin pelan, sampai kamu bilang sudah tidak terdengar. Hasilnya masuk ke tabel dan grafik bergaya audiogram, telinga kiri warna biru dan kanan warna merah, siap diunduh sebagai PNG atau dibagikan lewat tautan. Ada juga tes frekuensi maksimum: sapuan dari 8 sampai 20 kHz, dan kamu menandai saat nada tinggi itu menghilang.

Cara pakai

  1. Pasang headset di kedua telinga, sebaiknya yang pakai kabel, di tempat yang sunyi. Kecilkan volume perangkat sebelum mulai.
  2. Tekan Putar nada 1 kHz lalu atur volume perangkat dan volume halaman sampai suaranya pelan sekali tapi masih jelas. Itulah level acuanmu.
  3. Tekan Mulai tes. Di tiap frekuensi, nada datang dalam tiga denyut: jawab Dengar atau Tidak dengar. Nada turun 6 dB setiap kali kamu jawab “dengar” sampai hilang; pakai Putar lagi kalau ragu.
  4. Tes menjalankan semua frekuensi di telinga kiri, lalu di telinga kanan. Di akhir muncul tabel, grafik, dan ringkasan dengan bahasa sederhana.
  5. Untuk tahu sampai berapa kHz kamu bisa mendengar, jalankan sapuan 8 sampai 20 kHz dan tekan Sudah tidak dengar tepat saat suaranya hilang.
Bantuan dan penjelasan

Penting: ini bukan pemeriksaan medis. Browser tidak tahu berapa desibel yang sampai ke telingamu, karena itu tergantung headset, volume, dan bising di sekitar. Yang ditunjukkan tes ini adalah perbandingan: satu telinga dengan telinga lain, dan satu frekuensi dengan frekuensi lainnya. Kalau ada yang mencurigakan, atau kamu merasa pendengaranmu berkurang, langkah yang tepat adalah tes audiometri di dokter THT atau audiolog. Untuk mengecek headset lebih dulu, pakai tes headset kiri kanan.

Cara membaca grafik

Grafiknya mengikuti ide audiogram: frekuensi ada di sumbu mendatar, dari nada rendah (125 Hz) sampai nada tinggi, dan level saat kamu berhenti mendengar ada di sumbu tegak, terbalik. Titik yang tinggi berarti kamu masih mendengar nada itu dalam keadaan sangat pelan, jauh di bawah level acuan; titik yang rendah berarti kamu hanya mendengarnya di dekat level saat kalibrasi. Tanda ✕ di garis paling bawah menandai frekuensi yang tidak terdengar bahkan di level acuan.

Angkanya relatif, dalam dB di bawah nada 1 kHz yang kamu kalibrasi. Pemeriksaan sungguhan memakai skala dB HL, dengan headphone terkalibrasi di dalam bilik kedap suara, jadi nilai di sini tidak bisa dibandingkan dengan audiogram klinis. Yang penting adalah bentuknya: dua garis yang mirip tanpa penurunan tajam itulah yang wajar; satu telinga yang terus-menerus lebih rendah dari yang lain, atau satu frekuensi yang jauh lebih lemah dari tetangganya, jadi alasan untuk mengulang dengan headset lain dan, kalau tetap begitu, untuk menemui tenaga profesional.

Apa yang membatasi hasilnya

Headset adalah faktor terbesar. Earphone murah dan earphone bawaan HP menonjolkan sebagian frekuensi dan menenggelamkan yang lain, terutama di atas 10 kHz; headset bluetooth memampatkan audio dan bisa memotong nada paling tinggi. Hal yang sama berlaku untuk keluaran suara komputer. Bising di sekitar menutupi nada rendah dan tengah: kipas angin, suara jalan, dan kulkas saja sudah mengubah hasil di 125 dan 250 Hz.

Karena itu tes frekuensi maksimum menunjukkan di mana seluruh rangkaian berhenti, bukan hanya telingamu: kalau sapuan hilang di 15 kHz, bisa jadi itu batas headsetnya. Batas nada tinggi juga biasanya turun seiring usia (banyak orang dewasa tidak mendengar di atas 15 sampai 17 kHz) dan setelah sering terpapar suara keras; itu wajar dan bukan, dengan sendirinya, tanda masalah.

Kapan perlu ke tenaga profesional

Temui dokter THT atau audiolog kalau kamu sering minta orang mengulang kalimat, menyetel TV lebih keras dari orang lain, mendengar telinga berdenging (tinnitus), merasa telinga tersumbat, pernah sakit telinga, pusing berputar, atau kehilangan pendengaran tiba-tiba di satu sisi. Audiometri di bilik kedap suara mengukur pendengaran yang sebenarnya, dengan headphone terkalibrasi dan hantaran tulang, dan itulah satu-satunya cara untuk tahu apakah ada gangguan pendengaran dan jenisnya apa. Tes ini untuk rasa ingin tahu dan mengenal diri sendiri; tes ini tidak pernah memastikan atau menyingkirkan apa pun.

Tips

  • Headset berkabel dan tempat yang sunyi memberi hasil paling stabil; ulangi tes di hari lain lalu bandingkan.
  • Kalau banyak frekuensi keluar sebagai “tidak dengar”, ulangi kalibrasi dengan volume sedikit lebih keras, tanpa melewati batas nyaman.
  • Tukar sisi headset (yang kiri di telinga kanan) lalu ulangi: kalau selisih antartelinga ikut pindah bersama headset, masalahnya ada di headset.
  • Tombol Esc langsung menghentikan suara. Selalu mulai dengan volume kecil: tes ini tidak pernah melewati level aman, tapi volume perangkat ada di tanganmu.

Pertanyaan umum

Apakah tes pendengaran online ini akurat?

Tes ini bisa diandalkan untuk membandingkan: telinga kiri dengan kanan, dan satu frekuensi dengan yang lain, memakai headset dan volume yang sama. Tes ini tidak mengukur berapa desibel yang kamu dengar, karena browser tidak tahu volume sebenarnya yang keluar dari headset. Tes ini tidak menggantikan audiometri di dokter THT atau audiolog.

Sampai berapa Hz manusia bisa mendengar?

Rentang yang biasa disebut adalah 20 Hz sampai 20 kHz. Dalam praktiknya, batas nada tinggi turun sepanjang hidup: anak-anak sering mendengar sampai dekat 20 kHz, orang dewasa muda antara 16 dan 18 kHz, dan mulai usia 40-an umum sudah di bawah 15 kHz. Headset dan kartu suara juga sudah memotong sebelum 20 kHz, jadi angka yang muncul di sini adalah milik seluruh rangkaian, bukan hanya telingamu.

Kenapa harus kalibrasi dengan nada 1 kHz?

Karena semua level lain diukur relatif terhadap nada itu. Kalau kamu kalibrasi sampai pelan sekali tapi masih jelas, nada di tiap frekuensi dimulai dari level yang sama lalu turun 6 dB per langkah, dan grafik menunjukkan berapa langkah di bawah acuan kamu masih bisa mendengar. Tanpa kalibrasi, titik-titiknya tidak punya dasar yang sama.

Harus pakai headset? Bisa pakai speaker?

Harus pakai headset. Tes ini memutar suara ke satu telinga setiap kali, sedangkan suara speaker sampai ke kedua telinga. Selain itu, ruangan sangat mengubah apa yang kamu dengar di nada rendah. Headset berkabel lebih baik daripada bluetooth, yang bisa memampatkan audio dan memotong nada tinggi.

Apa artinya kalau hasil satu telinga lebih buruk dari yang lain?

Curigai headset dulu: tukar sisinya lalu ulangi. Kalau selisihnya ikut headset, berarti headsetnya yang bermasalah; kalau tetap di telinga yang sama, bisa karena kotoran telinga, pilek, air masuk ke telinga, atau memang ada perbedaan pendengaran. Selisih yang besar dan konsisten antara dua telinga adalah salah satu alasan klasik untuk melakukan audiometri.

Saya tidak mendengar 125 Hz maupun 250 Hz. Apakah itu masalah?

Hampir selalu tidak. Nada rendah paling mudah tertutup bising sekitar dan paling sulit dihasilkan earphone kecil, terutama kalau tidak menutup lubang telinga dengan rapat. Ulangi di tempat sunyi dengan headset terpasang pas, lalu bandingkan kedua telinga; kalau keduanya sama-sama kehilangan nada rendah, penyebabnya headset atau tempatnya.

Apakah tes ini bisa merusak telinga?

Generator di halaman ini tidak pernah melewati level aman, dan nadanya mulai dari acuan yang kamu pilih lalu hanya turun. Meski begitu, volume perangkat ada di tanganmu: mulai dari kecil, naikkan sedikit demi sedikit, dan kalau ada suara yang mengganggu, hentikan dengan Esc.